Menperin Siap Dorong Motor Listrik GESITS, Tapi…

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto merepons positif hadirnya inovasi kendaraan listrik dari anak bangsa yang didorong untuk masuk ke ranah industri.

“Kalau bikin itu silahkan. Kalau BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) bekerjasama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya), dan kemari WIKA itu mau bikin motor listrik kita dorong,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai dipanggil Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8).

Selain ITS Surabaya, Airlangga juga mengetahui inovasi teknologi dari sejumlah universitas di dalam negeri memiliki potensi untuk dibawa ke skala industri.

Syarat

Airlangga menambahkan bahwa masuk ke industri bukan perkara membalikkan telapak tangan. GESITS atau para industri kendaraan listrik lokal yang lain tak cuma mampu memproduksi tapi juga bisa memasarkannya secara luas.

Pertama, dia meminta untuk para pemain lokal untuk memperhatikan ketersediaan jaringan penjualan yang luas. Kedua, mampu memiliki pabrik dengan kapasitas tinggi untuk mendapatkan skala ekonomi.

Tak ketinggalan, hal ketiga yang juga tak boleh diabaikan adalah ketersediaan suku cadang, diikuti harga jual yang terjamin, dan dukungan perusahaan pembiayaan.

“Jadi itu lima unsur yang harus dimiliki industri otomotif. Nah, hal itu yang dilakukan industri berbasis China begitu masuk penetrasi market Indonesia mereka siapkan lima langkah tersebut dan mutlak dipersiapkan,” papar dia.
GESITS Masuk Produksi
Prototype motor listrik GESITS sendiri sudah melalui sejumlah tes, termasuk uji performa dengan rute Jakarta-Bali. Dalam proses produksi, ITS Surabaya dan Garansindo turut melibatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memasok komponen seperti sistem manajemen baterai, paket baterai, pengontrol, sasis, serta komponen body.
Adapun, motor listrik GESITS akan diproduksi di pabrik WIKA yang berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Di sana, motor listrik itu akan menempati bangunan dengan luas 2.400 meter persegi yang berfungsi sebagai fasilitas penerimaan komponen, perakitan, dan pengujian akhir.
Kemudian, unit GESITS yang sudah diproduksi akan ditampung dalam area penyimpanan seluas 1.400 meter persegi. Sebagai tahap awal, WIKA diharapkan mampu mencetak 50.000 unit GESITS tiap tahun dan bisa dikembangkan hingga 100.000 unit per tahun. Adapun, produksi baru dilakukan pada kuartal I tahun depan.

Sumber: https://kumparan.com/gesit-prayogi/menperin-siap-dorong-motor-listrik-gesits-tapi

Comments:0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *