Menghitung Efisiensi Motor Listrik Gesits

Sebelumnya kita mengenal nama skutik sebagai akronim untuk skuter otomatik. Mungkin tak lama lagi, akronim itu berganti makna menjadi skuter elektrik. Ya, Gesits berhasil melahirkan skuter bertenaga listrik, dirakit di Indonesia, dan dijual tak sampai Rp 20 juta.

Proyek kerjasama tiga institusi, Garansindo, ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) sebagai inisiator serta Wika Industri dan Konstruksi sebagai perakitnya. Beberapa waktu lalu, memorandum kerjasamanya ditandatangani. Mulai sekarang, masyarakat sudah bisa melakukan pemesanan di laman resmi Gesits dan produksinya mulai dilakukan tahun depan.

Belum jelas apakah model yang diproduksi hanya skutik saja, namun segmen ini memang paling digemari masyarakat.

Spesifikasi

Gesits dibangun dengan konsep skutik. Bodinya kompak seperti skuter bermesin 110 cc yang banyak beredar di Indonesia. Desainnya terkesan agresif namun tak jauh berbeda dengan skutik umum. Belum jelas ada pilihan warna apa saja, tapi pada tipe yang dipajang motif karbon mengalir di seluruh sudut bodi hingga kaki-kakinya.

Rem cakram dengan piringan bergelombang terpasang di kedua roda. Hal ini tentu dibutuhkan untuk meredam laju motor yang tak memiliki fungsi engine brake. Di kaki depan, terdapat shock teleskopik berwarna keemasan, nampak mewah. Sedangkan belakang menggunakan tipe monoshock yang dipasang pada bagian tengah swing arm.

Sumber tenaganya, generator bertenaga 5 kw atau sekitar 6,79 dk. Dengan kitiran mencapai 3.000 rpm, dinamo mampu mencipta torsi hingga 15 Nm. Figur yang cukup impresif untuk motor yang tak nampak berat dengan dimensi kompak seperti itu.

Efisiensi ?

Menurut laman resmi Gesits, motor ini dipersenjatai baterai 5.000 wh atau 5 kWh. Baterai penuh setelah diisi selama 3-4 jam. Menurut pihak Garansindo, selaku distributor, setelah terisi maksimal motor bisa melenggang 80-100 km.

Dengan tarif dasar listrik Rp 1.467 yang ditetapkan saat ini, maka biaya yang dibutuhkan untuk membuat baterai penuh sekitar Rp 29.340 (pengisian 4 jam). Jika dibulatkan maka dengan budget Rp 30 ribu, Gesits bisa menempuh jarak 100 km.

Bandingkan dengan skuter mesin konvensional 125 cc seperti Honda Vario 125 atau Mio Soul GT. Kedua motor mampu meraih konsumsi bahan bakar 40-50 kpl. Dengan harga Pertalite (bahan bakar minimum yang dibutuhkan motor modern) Rp 7.400, maka untuk mencapai 100 km, biaya yang dibutuhkan hanyalah Rp 15 ribuan.

Hasil ini memang perlu diuji secara komprehensif, namun paling tidak matematika sederhana ini bisa menggambarkan secara singkat bagaimana potensi motor listrik di Indonesia.

Motor listrik memang tak menjadi solusi untuk menghemat kantong. Bahkan mobil Tesla sekalipun bukanlah dibuat untuk menghemat pengeluaran. Namun kendaraan listrik menjadi jawaban atas menurunnya stok bahan bakar minyak yang kian menipis dengan memindahkan sumber daya dari bahan tak terbarukan ke listrik yang bisa dicipta dari berbagai cara. Termasuk upaya manusia untuk lebih mencintai lingkungan. (Van)

Sumber: https://www.oto.com/berita-motor/menghitung-efisiensi-motor-listrik-gesits-2118481

Comments:0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *